Jamur Tiram merupakan salah satu produk unggulan UMKM Desa Kluncing yang dibudidayakan secara mandiri mulai dari pembuatan media tanam hingga proses panen. Dengan didukung rumah budidaya (pondokan) khusus, jamur dipanen setiap hari dan dipasarkan ke distributor maupun pasar-pasar di Kabupaten Banyuwangi.
Budidaya jamur tiram di Desa Kluncing dilakukan secara mandiri, mulai dari pembuatan baglog sebagai media tanam hingga proses panen. Baglog dibuat dari campuran bahan seperti dedak, sekam, dan bahan pendukung lainnya yang kemudian menjadi media tumbuh bagi jamur tiram.
Sebelum ditanami bibit jamur, baglog terlebih dahulu disterilisasi menggunakan steamer selama sekitar 8 jam pada suhu tertentu untuk memastikan media tanam bersih dari mikroorganisme pengganggu. Setelah proses sterilisasi, bibit jamur dimasukkan ke dalam baglog, kemudian disimpan di tempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung dan air. Seiring pertumbuhan miselium, warna baglog akan berubah dari cokelat menjadi putih sebagai tanda bahwa bibit telah berkembang dengan baik dan siap dipindahkan ke rumah budidaya untuk memasuki masa produksi.
Setelah dipindahkan ke rumah budidaya, jamur mulai tumbuh dan dapat dipanen dalam beberapa hari. Setiap harinya, UMKM ini mampu menghasilkan sekitar 50–60 kilogram jamur tiram segar yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp15.000 per kilogram. Hasil panen didistribusikan ke distributor di pusat Kota Banyuwangi serta berbagai pasar tradisional, sehingga produk jamur tiram Desa Kluncing dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.