Madu Hutan Desa Kluncing merupakan produk UMKM yang dihasilkan secara alami dari lebah liar di kawasan hutan sekitar desa. Proses panennya mengikuti siklus alam sehingga hanya dilakukan sekitar dua kali dalam setahun, menjadikan madu ini sebagai produk eksklusif dengan cita rasa khas dan kualitas yang tetap terjaga.
Madu hutan dipanen sekitar dua kali dalam setahun, mengikuti musim dan ketersediaan madu di alam. Dalam satu kali panen dihasilkan sekitar 10–15 botol berukuran 460 ml, sehingga setiap botol menjadi produk yang eksklusif dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun.
Madu dipanen langsung dari kawasan hutan sekitar Desa Kluncing dengan tetap menjaga kualitas dan keasliannya. Tersedia beberapa jenis madu dengan karakteristik warna yang berbeda, di mana warna madu yang lebih gelap umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi. Harga produk berkisar antara Rp160.000 hingga Rp180.000 per botol, tergantung jenis madunya.
Karena diproduksi dalam jumlah terbatas, pemasaran madu hutan lebih banyak dilakukan di sekitar Desa Kluncing. Untuk pemesanan dari luar daerah, produk akan dikemas dengan baik agar kualitas madu tetap terjaga selama proses pengiriman. Di luar musim panen madu, pelaku UMKM juga memasarkan berbagai hasil hutan lainnya, seperti jamur, kluwek, dan produk lokal lainnya, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha.